SRUDUK QURBAN 2017

Jakarta, 1 Agustus 2017

 

Assalamu’alaikum wr. wb.

Salam Sahabat yang baik,

Allah menguji Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih anaknya tercinta, dan Nabi Ibrahim dan Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu.

Melalui ketundukan kepada sang ayah, Ismail as mengajarkan kita sebuah teladan keberserahdirian demi kecintaan kepada Allah dan ketaatan kepada orang tua.

Pisau sembelih tidak mampu melukai leher Ismail as. Allah berikan pisau kemampuan berbicara. Ia mengatakan, tanpa izin-Nya, aku tidak mampu memotong apapun. Namun dengan izin-Nya, aku bahkan mampu memotong batu. Izin-Nya..

Hikmahnya bahwa Allah menuntut kesediaan mempersembahkan diri dari siapapun yang ingin mengenal-Nya. Kita diminta utk mempersembahkan kepada-Nya apa-apa yang biasanya sangat kita cintai; ikatan-ikatan pada duniawi, kebiasaan-kebiasaan buruk, kemampuan-kemampuan yang membuat kita merasa lebih baik dari yg lain. Pada titik mereka mampu melepaskan apapun selain Allah, mereka justru mendapatkan segalanya: keberlimpahan material dan spiritual.

Yukk ikut ber Qurban bersama Yayasan Sahabat Peduli 😊

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>